Sunday, May 2, 2021

Hari Kedua Puluh Tujuh

Di pos saya sebelumnya saya mengatakan bahwa saya tidak akan membuat tantangan ke diri saya sendiri untuk menulis selama 30 setiap hari di blog sebelah, seperti layaknya di blog ini. Karena akan sangat sibuk sekali nantinya. Sesaat setelah saya memencet "publish" untuk pos itu, saya malah mendeklarasikan bahwa saya akan menulis selama 30 hari ke depan di sana.

Konsisten sekali saya dungunya.

Menulis selama 30 hari setiap hari di sini tidaklah sulit, karena saya menganggap blog ini seperti diary. Saya benar-benar menulis apa yang saya rasa, saya pikir, saya ingin, tanpa adanya proses filter. Karena saya tahu tak ada yang akan membaca. Saya menulis untuk elo, Mar.

Namun untuk blog sebelah sih lain cerita. Tautan ke sana sudah tersebar di mana-mana, bahkan saya sudah lupa ada di mana saja. Pencarian Google untuk banyak kata kunci bisa saja menuju ke sana karena traffic yang dimiliki blog itu cukup tinggi. Ya blog tua juga, jadi saya tidak heran.

Itu semua membuat saya lebih menyaring apa saja yang saya tulis. Ada rasa malu kalau ada yang membaca kalau tulisannya asal. Hahahahaha.

Hari ini adalah hari kedua seharusnya saya menulis di sana. Namun apa daya barusan saja saya pulang ke rumah dan baru sempat menjamah blog saya. Jadinya saya pos ulang saja tulisan saya di sini dengan sedikit perubahan hahahahaha.

No comments:

Post a Comment

Hari Ketiga Puluh

Tiga puluh hari sudaaaaaaah! Tiga puluh hari sudah saya menulis rutin di sini. Tulisan tentang rasa walaupun sepertinya curhat sendu bukanla...