Monday, May 3, 2021

Hari Kedua Puluh Delapan

Tepat sebulan lalu saya berpisah dengan pasangan saya yang kemarin. Saya diputusi, membuat saya sempat cukup merasa berantakan untuk beberapa lama. Sakit batin yang saya rasakan menjalar menjadi sakit fisik. Pokoknya tidak enak. 

Syukurlah badai besarnya yang saya rasakan hanya di minggu pertama. Hari-hari selanjutnya sudah tidak separah ketika awal-awal patah hati. Masih kadang-kadang datang, namun tidak sehebat ketika lukanya masih basah.

Hari ini saya jauh lebih baik dibandingkan saya yang sebulan lalu. Untungnya saja saya cukup mengerti diri sendiri sehingga tahu apa yang mesti saya lakukan dan yang tidak boleh saya lakukan, untuk membuat diri saya menjadi lebih baik dan tidak malah mengantarkan saya ke hal-hal yang destruktif.

Saya rasa sekarang ini pun saya sudah bisa kembali merasakan ketertarikan dengan lawan jenis lain. Saya sudah bisa melihat wanita lain menarik di mata saya. Namun masih ada hal yang menghalangi saya untuk bergerak. Menghadang saya untuk mencari pasangan--entah untuk berkomitmen lagi atau hanya untuk bersenang-senang. Saya rasa saya belum begitu siap. Atau belum begitu perlu. Saya tidak tahu.

Tapi entah, mungkin hanya residu patah hati yang menyebabkan saya merasa seperti itu.

Namun saya yakin, waktu akan menyembuhkan.

Perlahan-lahan.

Bisa cepat atau lama, entah kapan.

Aaaah... saya rindu sosok Mars.

No comments:

Post a Comment

Hari Ketiga Puluh

Tiga puluh hari sudaaaaaaah! Tiga puluh hari sudah saya menulis rutin di sini. Tulisan tentang rasa walaupun sepertinya curhat sendu bukanla...