Saya orang yang suka mengobrol kadang-kadang. Apalagi ketika bertemu orang hebat yang paham akan suatu hal yang saya kurang mengerti, saya pasti akan banyak bertanya. Begitu pula sore tadi, saya bertanya banyak kepada sang romo tentang ketuhanan. Obrolan yang sebenarnya bagi saya akan terasa aneh jika diobrolkan bukan pada tengah malam.
Romonya asik. Masih muda. Dia bisa berkomunikasi dengan bagus, bahasanya mudah dimengerti, dan ditambah dia lucu dengan segala lelucon om-omnya.
Di akhir pertemuan kami, saya bertanya untuk terakhir kalinya. Pertanyaan yang sebenarnya tak ada sangkut pautnya dengan agama. Pertanyaan yang bulan lalu saya dapat secara tidak langsung, tidak bisa saya jawab, dan masih terpikir sampai sekarang.
"Romo, apa arti kebahagiaan untuk Anda?" Tanya saya.
Tentunya saya perjelas bahwa yang saya tanyakan adalah bahagia menurut romo sebagai seorang pemuda bernama David. Bukan sebagai pelayan Tuhan. Dia bisa menjawabnya, namun masih terlihat masih membawa agama di dalam jawabannya dan tidak seluwes ketika dia menyampaikan firman Tuhan.
Nampaknya pertanyaan seperti itu memang pertanyaan yang sulit dijawab. Sampai saat ini pun saya belum mendapatkan jawaban yang bagus dari orang-orang, pun saya masih belum bisa menjawabnya. Haha.
No comments:
Post a Comment