Thursday, April 29, 2021

Hari Kedua Puluh Empat

Siang tadi ketika saya lagi menonton The Falcon and The Winter Soldier di TV kantor, tiba-tiba ponsel saya berbunyi. Ternyata ada notifikasi WhatsApp, teman saya bernama Opik mengirim teks yang isinya menanyakan saya apakah saya masih menulis. Ketika saya bilang iya, dia langsung menelepon.

Inti dari pembicaraan lewat aplikasi WhatsApp itu adalah saya kembali diajak dalam proyeknya untuk menulis naskah suatu serial dalam jaringan yang digawangi oleh salah satu penyedia jasa Internet di Indonesia.

Melihat brief yang tidak terlalu rumit, tentu saya terima. Billing yang ditawarkan untuk menulis delapan episode mendekati UMR Jakarta. Bukan proyek menulis dengan bayaran paling besar yang pernah saya terima, namun karena permintaannya tidak ribet dan bisa membantu saya dalam mendukung hobi baru saya, saya senang. Parfum tidak murah soalnya.

Saya bertanya kepadanya, kenapa dalam proyek ini memilih saya? Jawabannya masih sama seperti yang sudah-sudah: dia menganggap tulisan saya bagus.

Karya saya diapresiasi. Saya senang.

Beberapa waktu lalu juga saya mengambil foto lewat ponsel di suatu gereja daerah Depok ketika sedang ada kegiatan syuting di sana. Setelah mengambil foto, saya sunting hasilnya dengan preset buatan saya di aplikasi Lightroom, kemudian saya unggah di story IG. Kemudian... BOOM! Banyak sekali balasan yang masuk memuji hasil jepretan saya, bahkan beberapa meminta file HD-nya untuk dijadikan wallpaper handphone mereka.

Saya diapresiasi dan saya senang.

Memang mendapatkan apresiasi atas karya atau hal yang kita lakukan itu perasaan yang membahagiakan.

No comments:

Post a Comment

Hari Ketiga Puluh

Tiga puluh hari sudaaaaaaah! Tiga puluh hari sudah saya menulis rutin di sini. Tulisan tentang rasa walaupun sepertinya curhat sendu bukanla...